Thursday, August 14, 2014

Sifat Qidam Allah Ta'ala

 Qidam (sedia)
Dalam Ummul Barahin Imam Sanusy mendefinisikan Qidam dengan 3 (tiga) bahasa, hal 76
عبارة عن سلب العدم السابق على الوجود
Qidam adalah kata lain dari pada menafikan tiada yang mendahului ada.
عبارة عن عدم الاولية للوجود
Qidam adalah dari pada tiada awal wujud
عبارة عن عدم افتتاح الوجود
Qidam adalah singkatan dari pada tiada permulaan wujud


Ketiga macam takrif Qidam tersebut mempunyanyi maksud yang sama yaitu menyatakan bahwa wujud Allah tidak diawali oleh tidak ada kemudian baru ada, dengan kata lain tiada satu saatpun yang telah lewat yang tidak ada Allah, Allah senantiasa ada dari dahulu sampai sekarang dengan tidak didahului oleh proses penciptaan. Hal ini berbeda dengan alam, alam diciptakan dari ketiadaan, pertama tidak ada sama sekali, kemudian diciptakan oleh Allah maka ia ada, muncul alam tersebut setelah tidak ada, ada masa-masa yang telah lewat yang kosong dari pada alam kemudian di ciptakan maka alam tersebut ada, sebagaimana yang ada pada diri kita sendiri, kita tidak ada sebelum kita dilahirkan dan kemudian secara tiba-tiba kita muncul di muka bumi. Justru karena sifat alam seperti demikian sehingga di sebut baharu, baharu tersebut mustahil pada Allah.

Qidam merupakan sifat yang pertama dari sifat salbiyah, yaitu sifat yang menafikan hal-hal yang tidak layak dengan Allah, menafikan baharu pada Allah.


Wujud Allah tidak terkait dengan zaman, sebab zaman itu ciptaan Allah, sebelum wujud zaman, Allah telah wujud . Wujud Allah tidak terkait dengan tempat, artinya wujud Allah tidak berada dalam tempat, sebab Allah tidak berada dalam tempat dan tidak berada dalam zaman

No comments:

Blog And Life